Senin, 31 Oktober 2016

Kondisi Bayi Baru Lahir yang Wajib diKetahui




Apa saja masalah kesehatan anak yang sering terjadi pada bayi baru lahir? Inilah 6 kondisi yang wajib tahu agar kamu bisa merawat bayibaru lahir dengan tepat :

1. Konstipasi




Bayi yang mendapatkan asupan ASI pada umumnya tidak mengalami masalah konstipasi karena ASI memiliki kadar laktosa yang tinggi yang dapat mencegah terjadinya konstipasi. Tapi untuk bayi baru lahir yang mendapatkan susu formula, konstipasi atau sembelit bisa dialami oleh bayi. Sedangkan pada bayi usia 6 bulan penyebab terjadinya konstipasi karena bayi mulai beradaptasi dengan makanan pertama yang dikonsumsinya.

Jangan khawatir sebab, masalah konstipasi pada bayi bisa diatasi dengan memperbanyak cairan yang diasup, memberikan sayuran dan buah yang kaya serat. Tapi jika selama satu minggu bayi masih mengalami konstipasi sebaiknya kamu segera membawa bayi ke dokter.

2. Batuk dan Pilek



Bayi akan mengalami batuk dan pilek dalam satu tahun pertama kehidupannya. Hal ini disebabkan lingkungan sekitar bayi banyak virus yang bisa menyebabkan batuk dan pilek. Sedangkan tubuh bayi belum bisa secara maksimal melawan virus tesebut  karena sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang.

Apalagi untuk bayi yang sedang dalam tahap mengeksplorasi segala sesuatu dengan tangan dan mulutnya yang bisa menyebabkan kuman masuk ke dalam tubuhnya. Untuk mengatasi batuk dan pilek pada bayi baru lahir bisa kamu bisa menjemur bayi di pagi hari dan terus memberikan asupan ASI.

3. Ruam Popok



Ruam popok sering menjadi masalah bagi bayi baru lahir. Ruam popok adalah kondiri iritasi yang terjadi pada bagian tubuh bayi yang tertutup popok, misal pada lipatan paha, bokong dan kemaluan. Ruam popok bisa membuat bayi rewel karena merasa tidak nyaman dan menggangu aktivitas bayi.

Saran untuk ibu, gantilah popok sesering mungkin untuk tetap menjaga agar tetap bersih dan kering. Kamu bisa mengganti popok sebanyak 6-9 kali dalam sehari. Dan jangan menggunakan tisu basah atau pembersih apapun yang mengandung alkohol untuk membersihkan bagian tubuh bayi yang tertutup popok. Kulit bayi sangat sensitif sehingga penggunaan pembersih seperti tisu basah bisa menyebabkan iritasi kulit.  Untuk membersihkan, kamu cukup menyelupkan kapas bersih ke dalam air hangat.

4. Diare



Sejak lahir, salah satu penyakit yang sering dialami bayi adalah diare. Problem diare pada bayi bisa disebabkan karena alergi susu, bakteri, maupun alat makan bayi kurang bersih, padahal si kecil sudah mengonsumsi makanan padat pertamanya. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar kamu tidak memberikan jus buah sebelum usia 6 bulan. Dan kalau kamu ingin memberikan jus buah pada bayi dan tidak lebih dari 4 ons perhari.

Untuk mengatasi diare pada bayi, kamu harus memastikan bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi. Caranya dengan menyusui bayi sesering mungkin dengan perlahan. Selain itu tetaplah  menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum menyusui dan menggendong bayi dan memastikan bahwa perlengkapan makan yang digunakan bayi selalu bersih.

5. Gumoh



Gumoh dan muntah akan terjadi pada kebanyakan bayi baru lahir dan hal tersebut sangat wajar. Jadi ibu tidak perlu khawatir ya, sebab gumoh biasa terjadi pada usia bayi 12-16 minggu. Seiring  bertambah usia bayi, biasanya gumoh akan berhenti.

Untuk membedakan gumoh dan muntah, kamu bisa melihat dari jumlah cairan yang keluar dari mulutnya. Kalau gumoh yang terjadi seperti air yang mengalir ke bawah dengan jumlah yang tidak banyak dan terjadi dengan spontan. Biasanya bayi setelah menyusui akan mengalami gumoh.

Sedangkan muntah mengeluarkan cairan atau makanan dalam jumlah banyak yang disertai dengan kontraksi pada otot perut. Bayi berusia 2 bulan bisa mengalami muntah karena adanya infeksi atau gangguan katup di saluran cerna.

6. Sulit Menyusui



Pada bebarapa bayi baru lahir akan mengalami masalah kesulitan menyusui. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Misal, posisi dan pelekatan menyusui yang belum tepat sehingga membuat bayi belum bisa menyusui dengan baik. Mulut bayi yang belum bisa terbuka lebar untuk menyusu di areola.

Kamu bisa membantu bayi saat menyusui dengan membuka bibir atas dan bawah bayi kemudian menempelkan ke payudara. Saran untuk ibu, seringlah menyusui agar bayi terlatih menghisap puting dengan benar dan untuk merangsang produksi ASI yang lebih banyak.



SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 30 Oktober 2016

Inilah Tanda - tanda Signifikan Hamil Muda pada Awal Kehamilan




Terkadang ibu ataupun suami yang baru menikah tidak sadar bahwa dalam perut sang ibu sudah terdapat janin kecil sebagai tanda awal kehamilan atau hamil muda. Karena memang banyak pasangan yang baru menikah kurang memahami berbagai gejala awal-awal kehamilan. Padahal sigap mengetahui kehadiran sang buah hati sangatlah perlu, baik untuk suami maupun isteri dalam mempersiapkan berbagai hal demi menjaga kehamilan agar tetap sehat dan lancar sejak awal hamil muda. 


Memang saat ini telah hadir berbagai alat-alat tes kehamilan yang bisa gunakan, atau Anda bisa pergi ke rumah sakit untuk melakukan  tes darah yang hasilnya lebih akurat untuk mengetahui ada atau tidaknya buah hati dalam perut. Namun sebelum Anda mengeluarkan uang, seyogyanya suami atau isteri harus terlebih dulu mengenali berbagai tanda-tanda kehadiran si jabang bayi. Berikut ini ditampilkan berbagai tanda-tanda hamil muda :

1. Payudara yang membesar dan terasa lembut

Payudara yang naik dua atau tiga ukuran saat hamil disebabkan karena meningkatnya produksi hormon estrogen dan progesteron. Memang perubahan ukuran payudara ini agak sedikit kurang mengenakan bagi beberapa calon ibu, karena ada yang mengeluhkan nyeri saat disentuh dan agak gatal. Namun, tidak semua wanita mengalami hal ini. Selain itu, secara kasat mata terlihat puting menjadi lebih besar dan areola (lingkaran cokelat disekitar puting) warnanya terlihat lebih gelap.

2. Bentuk Tubuh yang Berubah

Dalam usia kandungan mencapai 12 minggu (trimester awal = dalam 3 bulan), berat badan wanita akan naik sekitar 1.4 – 2.8 kg, ini adalah hal umum.  Kenaikan berat badan ini terjadi karena wanita biasanya tubuhnya akan membengkak pada lengan, paha dan bagian bokong. Untuk melihat perubahan bentuk tubuh ini diperlukan ketelitian bagi wanita atau pasangan. Jika berat badan Anda naik dari batas normal diatas, perbanyaklah melakukan aktivitas fisik seperti berkebun, membersihkan rumah, jalan-jalan setiap akhir pekan.

3. Sering buang air kecil

Di awal-awal kehamilan memang bayi masih cukup kecil, namun rahim secara alami membesar karena menyiapkan ruang yang enak untuk perkembangan si jabang bayi. Rahim yang membesar ini membuat kandung kemih tertekan sehingga wanita akan sering bolak-balik kamar mandi.

4. Mual / Morning Sickness

Gejala mual biasanya disertai muntah. Sebenarnya mual ini adalah gejala yang hampir mendatangi sebagai besar wanita hamil, ini terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh. Biasanya mual ini akan terasa parah pada pagi hari, maka itulah disebut Morning Sickness. Untuk mual ini dapat diatasi dengan asupan vitamin B6 atau mengasup olahan Jahe.

5. Susah Buang Air Besar

Umumnya wanita harus sering-sering ke kamar mandi karena ingin pipis, namun untuk buang air besar biasanya susah sekali. Hal ini dikarenakan hormon progesteron meningkat sehingga menyebabkan kontraksi otot halus melambat.

6. Mudah Lelah

Saat ada si janin, tubuh wanita akan bekerja lebih keras untuk mendukung pertumbuhan si buah hati. Karena itulah, wanita akan merasakan kelelahan lebih dari biasanya. Beristirahatlah saat merasa lelah dan tingkatkan pula zat besi agar sang ibu tidak menjadi anemia dan membuat kelelahan yang lebih lagi.

7. Sensitif Terhadap Bau

Wanita akan merasa tidak tahan pada berbagai bau, walaupun itu bau makanan. Banyak terjadi kasus, wanita menjadi tidak mau makan makanan yang biasanya ia santap karena mencium baunya, mereka lebih menyuka makanan yang menjadi favoritnya sejak kecil. Untuk menghindari mual hingga muntah gara-gara bau, sebaiknya menghindari berbagai bau yang kurang enak di sekitar rumah. Hal ini dilakukan untuk ibu juga, agar makanan yang telah masuk tidak dikeluarkan kembali.

8. Perubahaan Suasana Hati (mood)

Terkadang untuk masalah sepele, seorang wanita menjadi lebih mudah terbawa perasaan. Penyebab ini karena tubuh yang tidak enak karena perubahaan hormon serta mudahnya kelelahan menghampiri wanita, yang menyebabkan wanita agak sedikit berubah dari biasanya. Jadi bagi pasangan, harap maklum dan jangan membesar masalah yang sebenarnya sepele.

Itulah dia delapan tanda bahwa wanita sedang hamil muda. Jika merasa adanya tanda-tanda tersebut di tubuh Anda, sebaiknya pergi ke dokter untuk mengecek kondisi kehamilan plus kesehatan Anda agar gejala tersebut tidak merusak aktivitas harian atau malah mengganggu kehamilan Anda yang masih muda.



SEMOGA BERMANFAAT!

Kamis, 27 Oktober 2016

Usia 3 Bulan Janin dapat Mendengarkan Musik




Jika Anda berniat memperdengarkan musik pada janin, Anda dapat memulainya di usia kehamilan 3 bulan ini. Pada masa ini, ia telah dapat mendengar bunyi-bunyian dan percakapan, baik suara Anda, maupun suara dari luar perut ibunya.

Di usia hamil 3 bulan, risiko keguguran menurun dibandingkan masa kandungan 2 bulan. Namun perut yang mulai tampak membesar akan membuat Anda perlu mengganti pakaian dengan busana yang lebih longgar dan nyaman. Seiring dengan berkurangnya morning sickness, Anda lebih dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tubuh saat mengandung.



Di awal 3 bulan masa kehamilan ini, berat bayi menjadi sekitar 23 gram dengan panjang sekitar 7,4 cm.

Hamil minggu 13

 Ovarium atau testis telah berkembang.
 Organ kelamin juga telah terbentuk, meski belum dapat terdeteksi saat USG.
 Janin Anda bisa jadi mengalami cegukan meski Anda tidak dapat merasakannya. Ini pertanda dia sedang berlatih bernapas.
 Bayi Anda telah dapat mengisap. Ini merupakan persiapan nantinya akan mencari puting susu setelah lahir.
 Jika bayi Anda perempuan, dia memiliki setidaknya 2 juta sel telur di dalam ovariumnya. Saat lahir, sel telurnya akan berkurang menjadi kira-kira 1 juta. Makin dewasa, jumlah sel telur akan makin sedikit. Pada usia 17 tahun, jumlahnya menjadi 200.000.

Hamil minggu 14

 Bayi Anda berbobot 40 gram dengan panjang kira-kira 8 cm.
 Bayi mulai menelan cairan ketuban sedikit demi sedikit. Cairan ini kemudian masuk ke perut dan diproses oleh ginjal, kemudian dialirkan kembali sebagai urine.
 Lengan bayi telah menjadi lebih proporsional dengan ukuran tubuhnya.
 Hati telah mulai memproduksi cairan empedu, sementara limpa mulai memproduksi sel darah merah.
 Alis dan rambutnya mulai tumbuh.
 Berkat sinyal dalam otaknya, otot wajah bayi kini dapat mulai memunculkan ekspresi tertentu, seperti menyipitkan mata, mengerutkan kening, dan menyeringai.
 Ginjal bayi telah memproduksi urine yang dilepaskan ke kantung ketuban.

Hamil minggu 15

 Pada minggu ini janin Anda akan berbobot 70 gram dengan panjang kurang lebih 9,1 cm.
 Bayi Anda mulai dapat mendengar hal-hal, seperti suara sistem pencernaan, juga bunyi detak jantung dan suara Anda.
 Meski matanya tertutup, dia dapat menjadi sensitif terhadap cahaya dari luar perut Anda.
 Kulit bayi Anda begitu tipis sehingga pembuluh darahnya dapat terlihat.
 Telinganya terus berkembang dan mulai tampak seperti telinga manusia dewasa.
 Matanya perlahan-lahan mulai berpindah dari sebelah kanan dan kiri kepala jadi mendekat ke atas hidung.
 Bayi Anda sering kali cegukan, tapi tidak akan mengeluarkan suara karena tenggorokannya penuh dengan cairan.

Hamil minggu 16

 Janin Anda berbobot kurang lebih 100 gram dengan panjang 10 cm.
 Otot pada wajah mulai terbentuk namun belum dapat dikontrol bayi.
 Sistem saraf mulai berkembang, sehingga otot pada anggota tubuhnya dapat melentur.
 Di dalam rahim, dia sudah mulai bermain dengan memainkan tali pusat.
 Kepala bayi telah mulai tegak dan matanya telah berada di posisi seharusnya.
 Saluran kencing telah bekerja.


Jika saat hamil 1 bulan dan hamil 2 bulan Anda merasakan morning sickness secara terus-menerus, di usia hamil 3 bulan ini Anda mungkin akan merasa lebih sehat. Gairah seksual yang barangkali turun di awal kehamilan, saat ini bisa jadi telah beranjak naik. Namun keengganan berhubungan seksual juga termasuk hal yang normal.

Sebagian perut wanita mulai tampak membesar. Frekuensi buang air kecil bisa meningkat karena kantong kemih yang tertekan rahim. Meski belum mengenakan busana hamil, namun Anda mungkin telah mengganti pakaian sehari-hari dengan pakaian yang lebih longgar dan nyaman. Sementara stretch mark juga bisa mulai tampak pada perut bagian atas, bokong, paha, dan payudara. Payudara Anda mulai mempersiapkan produksi air susu ibu (ASI) sehingga terasa lebih kencang dan membesar. Pembuluh darah juga mulai terlihat pada kulit payudara.


Selain memeriksakan kesehatan dan pertumbuhan bayi dengan USG serta kesehatan ibu, berikut ini beberapa hal yang juga perlu diperiksakan.

 Buang air kecil lebih sering di masa hamil adalah hal normal. Namun jika Anda merasakan nyeri saat buang air kecil, bisa jadi itu adalah gejala infeksi saluran kemih. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi ginjal.
 Sakit kepala saat hamil juga hal yang normal. Tetapi kondisi tersebut dapat menjadi gejala penyakit serius jika skala sakitnya tidak tertahankan dan dialami terus-menerus.
 Periksakan gigi dan gusi Anda agar terhindar dari infeksi di masa hamil.
 Periksakan jika tiba-tiba terdapat tahi lalat yang sebelumnya tidak ada atau jika terjadi perubahan pada warna atau bentuknya.


Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan dan perlu dihindari pada usia kehamilan 4-7 minggu.

Berhubungan seksual

Gairah seksual yang mulai kembali normal setelah dua bulan masa awal kehamilan sebenarnya tidak perlu dibendung. Bayi Anda dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim sehingga berhubungan seksual di masa kehamilan adalah hal yang tidak berbahaya. Namun hubungan seksual sebaiknya dihindari jika :

 Cairan ketuban pecah.
 Pasangan Anda memiliki penyakit menular seksual.
 Memiliki riwayat keguguran atau bayi lahir prematur.
 Anda mengalami pendarahan atau keluarnya cairan vagina yang tidak normal.
 Mengalami plasenta previa atau lapisan plasenta yang terlalu rendah.
 Ada gangguan pada leher rahim.

Mengatasi stretchmark

Berolahraga dan mengoleskan losion dengan kandungan vitamin E dan asam alfa hidroksi dapat membantu meringankan stretchmark. Namun hati-hati dengan kandungan suplemen ataupun krim yang dapat terserap ke dalam darah ibu hamil dan membahayakan bayi. Jika dibiarkan, stretchmark sebenarnya dapat hilang atau berubah warna dengan sendirinya setelah persalinan.

Posisi tidur yang nyaman

Berbaring dengan posisi menyamping adalah posisi tidur yang paling nyaman dan sehat untuk ibu hamil. Berbaring telentang dapat menyebabkan pembuluh darah besar Anda tertekan rahim. Gunakan bantal tambahan untuk membuat posisi lebih nyaman. Pijatan ringan pada punggung dapat dilakukan oleh suami untuk meringankan pegal yang kerap dialami ibu hamil.

Mintalah bantuan kepada pasangan atau kerabat lain untuk mengerjakan hal-hal tertentu yang dikhawatirkan dapat membahayakan, seperti menjemur pakaian di lantai atas atau mengangkat galon air minum. Pada usia hamil 4 bulan perut akan makin menonjol dan pergerakan bayi akan mulai terasa.



SEMOGA BERMANFAAT!

Rabu, 26 Oktober 2016

Inilah Penyebab Pusing Pasca Melahirkan




Kehamilan adalah perubahan besar bagi tubuh wanita. Itu sebabnya kehamilan meninggalkan jejak pada tubuh bahkan setelah melahirkan. Wanita rentan terhadap beberapa masalah kesehatan setelah kehamilan dan persalinan yang dapat membuat hidupnya sebagai ibu baru menjadi lebih sulit.

Terdapat banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan, baik perubahan hormon maupun perubahan bentuk tubuh. Tidak heran bila setelahnya ada banyak masalah kesehatan yang kerap dirasakan oleh wanita. Salah satu masalah kesehatan yang dirasakan adalah sakit kepala setelah melahirkan.

Terdapat beberapa penyebab terjadinya sakit kepala setelah melahirkan, antara lain :

1. Tubuh kekurangan cairan

Kondisi tubuh kekurangan cairan dapat disebabkan oleh keluarnya cairan melalui ASI, keringat, dan urine yang tidak seimbang dengan asupan cairan untuk tubuh. Hal tersebut menyebabkan kurangnya cairan atau dehidrasipada tubuh sehingga mengakibatkan sakit kepala setelah melahirkan. Hal ini dapat terjadi karena kepekaan darah yang menyebabkan aliran darah keseluruh tubuh menjadi terhambat dan dapat menyebabkan sakit kepala. Oleh karena itu, sebaiknya tambahkan konsumsi cairan Anda setelah melahirkan untuk mengurangi gejala sakit kepala setelah melahirkan.

2. Kurang beristirahat

Pada dasarnya, wanita yang baru melahirkan memerlukan waktu tidur sekitar 7 sampai 8 jam. Jika waktu istirahat tidak terpenuhi, tekanan darah menjadi menurun sehingga peredaran darah menuju kepala akan terhambat. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala migrain. Oleh karena itu, Anda harus beristirahat yang cukup.



SEMOGA BERMANFAAT!

Selasa, 25 Oktober 2016

Pengaruh Hormon Oksitosin Kepada Proses Persalinan




Hormon oxytocin adalah hormon protein yang diproduksi di hipotalamus (di otak) yang disimpan dalam kelenjar pituitari (di dasar otak). Melalui kelenjar pituitary, oksitosin dilepaskan secara langsung ke dalam darah atau ke bagian lain dari otak dan sumsum tulang belakang.

Oksitosin memainkan peran penting pada siklus reproduksi wanita. Selama menstruasi oksitosin bertanggung jawab untuk menyebabkan kontraksi uterus yang mengarah pada pelepasan dan pengeluaran dari lapisan rahim. Dan inilah kemampuan untuk menyebabkan kontraksi uterus yang membuat oksitosin menjadi hormon yang sangat penting perannya pada saat melahirkan, karena hormon ini memainkan peranan penting dalam memicu dan mengatur kontraksi selama persalinan.

Dan jika persalinan berjalan terlalu lambat maka ibu akan diberikan oxytocin syntetis untuk membantu untuk memunculkan kontraksi. Oksitosin juga sering diberikan setelah bayi lahir untuk mendorong atau memacu kala tiga (kala pelepasan plasenta) berjalan dengan cepat dan lengkap. Dan selain itu oksitosin berguna untuk melindungi ibu dengan mendorong uterus berkontraksi dan menghentikan pendarahan.

Setelah kelahiran bayi yang kita dapat melihat secara nyata bahwa oxytocin adalah hormon cinta yaitu ketika Anda melihat seorang ibu dengan bayinya saling bertemu dan bertatap muka pertama kali mempunyai ikatan yang mendalam.

Oksitosin juga memainkan peran penting dalam pemberian ASI memberikan ‘let down’ refleks yang memungkinkan air susu ibu mengalir.

Fungsi oksitosin dalam persalinan itu sendiri antara lain :

1. Merangsang dan Meningkatkan kontraksi
2. Mencegah perdarahan
3. Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya
4. Nah apabila kadar okeitosin dalam tubuh ibu menurun maka yang terjadi adalah:
5. Menyebabkan kontraksi melambat atau bahkan terhenti dan hal ini bisa memperlama proses persalinan.
6. Mengakibatkan perdarahan yang berlebihan di lokasi perlekatan plasenta setelah melahirkan
7. Merangsang dokter atau bidan untuk menanggapi masalah ini dengan memberikan intervensi yang sebenarnya tidak perlu apabila kadar oksitosin tinggi

Karena oksitosin adalah hormone cinta yang artinya hormone ini naik dan turunnya produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional, maka demikian juga pada saat proses persalinan. Seringkali kita tidak menyadari hal ini. Lalu apa saja yang bisa meningkatkan atau bahkan menurunkan kadar atau level oksitosin dalam tubuh ibu yang bersalin?


1. Rangsangan putting susu
2. Dukungan atau perhatian dari orang sekitar terutama pasangan
3. Relaksasi hypnobirthing
4. Accupresure
5. Lingkungan yang nyaman
6. Ciuman dan hubungan seksual
7. Massage
8. Hal-hal yang bisa menurunkan kadar/level hormone oksitosin :
9. Tidak adanya dukungan
10. Lingkungan yang asing
11. Stress dan emosi
12. Kecemasan dan kekhawatiran
13. Ketakutan
14. Cahaya yang terlalu terang


SEMOGA BERMANFAAT!

Senin, 24 Oktober 2016

Inilah Makanan Penyebab Kambuhnya Asma Balita




Anak balita Anda menderita asma? Tak perlu cemas dan kuatir. Anda dapat mempelajari pemicu dan menangani asma pada balita. Penyakit asma adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan dari saluran pernapasan yang mengalami penyempitan. Penyempitan tersebut dapat menyebabkan munculnya  suara ketika menarik atau mengeluarkan napas.


Alergi terhadap makanan untuk penderita asma bersifat individual. Kenali makanan yang memicu terjadinya asma pada balita. Makanan pemicu asma biasanya berkaitan dengan pemicu alergi. Jika balita alergi terhadap suatu makanana, maka asma akan kambuh.

Beberapa contoh makanan yang dapat memicu asma pada balita seperti permen, coklat, snack yang mengandung pemanis atau MSG, minuman yang mengandung pewarna atau pemanis buatan. Namun, ada juga balita yang alergi dengan susu, telur ayam, ikan, kacang-kacangan,  sayuran dan buahan tertentu.

1. Susu Sapi



Hindari pemberian susu bagi balita penderita asma. Protein yang ada pada susu sapi dapat memicu alergi. Bahkan ada yang alergi hingga sampai dewasa (menetap). Untuk itu pemberian susu sebaiknya setelah usia 1 tahun dan dicek apakah menimbulkan reaksi alergi. Kandungan susu juga dapat memicu asma, seperti es krim, dan keju.

2. Telur


Hindari makanan untuk balita penderita asma  terutama telur ayam, tapi tidak berarti pada daging atau bulu ayam.

3. Ikan Laut



Hindari makanan untuk balita penderita asma yang mengandung ikan laut. Bagi balita yang menderita asma dengan mencium aroma ikan laut dapat bersin-bersin dan sesak napas.

4. Kacang-kacangan



Hindari makanan untuk balita penderita asma yang mengandung kacang-kacangan, seerti kacang tanah, kacang mede, atau sejenisnya.

5. Sayur dan buah-buahan


Hindari makanan untuk balita penderita asma Bisa menimbulkan reaksi alergi, yakni gatal-gatal pada mulut. Sayuran seperti nangka atau sayuran yang mengandung gas. Buah yang dapat memicu asma seperti buah nanas atau durian.

6. Gandum



Hindari menghirup gandum. Bagi penderita asma akan memicu kambuhnya asma.

Nah, kenali makanan pemicu asma  pada balita, kemudian jaga agar tidak  kambuh.



SEMOGA BERMANFAAT!

Minggu, 23 Oktober 2016

7 Bahaya Jongkok Bagi Ibu Hamil dan Janin Yang diKandungannya




Sudah diketahui bersama bahwa hamil adalah hal yang paling membahagiakan bagi pasangan suami istri yang baru saja menikah. Kehamilan merupakan anugerah yang paling indah bagi mereka yang sudah lama menantikannya. Bahkan tak hanya bagi mereka yang sudah lama menantikannya, tetapi untuk pasangan baru pun juga akan merasa bahagia bila memiliki buah hati yang dinanti-nanti.

Ketertarikan setiap pasangan untuk memiliki seorang anak menuntut pasangan keluarga itu baik dalam merawat anak. Baik merawat saat masih di dalam kandungan ataupun merawat setelah keluar dari kandungan, dengan perawatan yang baik akan menghasilkan buah hati yang sempurna pula. Selain perawatan dengan baik, juga perlu pola makan yang sehat dan baik, dan juga perlu juga untuk mengetahui apa saja yang dapat mengancam kesehatan pada bayi.


Ibu hamil sering sekali merasa mulas dan sakit pada perut, ya ini disebabkan karena kontraksi yang ada didalam perut karena adanya janin itu. 

Kemulesan sang ibu membuat ibu harus bolak balik ke kamar mandi untuk BAB, tapi taukah apa akibat dari ibu yang sering jongkok untuk BAB ?

Pada dasarnya jongkok pada ibu hamil juga akn membantu ibu untuk mudah dalam melahirkan seprti yang kita lihat pada saat ibu-ibu hamil yang berolah raga. Pasti dalam salah satu olahraganya adalah jongkok berdiri, hal ini membuat kondisi selangkangan pada ibu akan terlatih,dan juga akan mengendurkan bagian untuk keluar janin tersebut, sehingga ketika melahirkan akan lebih mudah. Namun ketika terlalu lama jongkok seperti BAB akan mengakibatkan hal yang buruk untuk janin ibu. 

Berikut ini bahaya jongkok bagiibu hamil. diantaranya adalah :

1. Bayi sesak nafas

Posisi jongkok akan menekan bayi yang ada didalam, saat kita sedang jongkok dengan begitu posisi perut akan tertekan.

Ketika posisi perut tertekan posisi janin pada saat itu juga akan tertekan, sehingga  janin akan kesulitan untuk bernafas. Meskipun masih dalam kondisi janin, tetapi sangat diperlukan untuk mendapatkan pernafasan yang optimal bagi janin tersebut.

2. Rawan jatuh

Ibu yang sedang hamil akan memiliki keseimbangan tubuh yang berkurang. Bayangkan saja, ketika orang normal (tidak hamil) tapi memiliki potensi atau penyakit darah rendah, setelah ia jongkok kemudian berdiri ia akan merasa pusing dan kehilangan keseimbangan tubuhnya jadi kemungkinan terjatuh. Apalagi bila itu terjadi pada ibu yang sedang hamil jika terlalu lama jongkok.

Kemudian tiba-tiba berdiri tanpa pemanasan terlebih dahulu akan membuat ibu hamil itu pusing sehingga rawan untuk terjatuh. untuk itu bagi ibu yang sedang hamil lebih baik tidak terlalu lama ketika ingin jongkok, atau ketika ingin buang air besar lebih baik meminta orang untuk mendampinginya diluar, sehingga bila terjadi suatu hal dapat langsung ditolong.

3. Punggung akan terasa sakit

Kebanyakan jongkok atau terlalu lama jongkok akan membuat punggung terasa sakit. Hal ini disebabkan karena saat ibu sedang hamil akan ada peregangan pada otot belakang, ketika posisi jongkok, otot-otot itu akan lebih sering tertarik sehingga akan menimbulkan rasa nyeri.

4. Rasa nyeri pada perut

Perut ibu yang sedang hamil lama kelamaan akan membesar apalagi ketika sedang awal kehamilan. Mungkin memang tidak apa-apa tetapi bila pada masa kehamilan sudah hampir menuju perkembangan janin 4 bulan, maka akan ada kontraksi yang akan membuat nyeri pada perut. Pada saat hamil perut akan lebih sering berkontraksi. Apalagi dari jongkok yang lama kemudian berdiri. Akan ada kontraksi pada otot-otot rahim yang akan membuat otot-otot itu saling berkontrasi dan menyebabkan sakit pada perut.

5. Terpeleset

Pada kondisi sedang jongkok dan kemudian berdiri ini membutuhkan keseimbangan yang penuh, sehingga tidak akan adanya kondisi keseimbangan yang labil. Bila kondisi keseimbangan itu labil maka akan membuat kaki menjadi lemas, karena semua bertumpu pada kaki. Saat kaki tidak kuat untuk menumpu bisa jadi terpeleset hingga bisa jatuh pada saat hamil.

6. Keguguran

seperti yang telah dijelaskan di point ke  5 di atas, bila saat hamil tidak hati-hati maka bisa saja terpeleset, dan ketika terpeleset dapat menyebabkan keguguran. Bila terjadi benturan-benturan pada bagian penyimpanan janin.

7. Kepala Pusing

Jangankan untuk ibu yang sedang hamil. Ibu biasa saja bila terlalu lama jongkok akan merasakan pusing dan penyebab sering pusing ini akan membuat kondisi ibu tidak stabil. Sehingga sangat bahaya bagi ibu, apalagi untuk kesehatan janin itu.

Banyak sekali bahaya jongkok bagi ibu hamil yang sering terlalu lama melakukannya. Untuk itu para ibu jagalah kehamilan mu itu dengan baik dan para suami. Jagalah istri anda dengan baik, sehingga janin yang dikandung oleh istri.


SEMOGA BERMANFAAT!